Cem-Macem-Of-Me

Digital Diary of Lisa Aviatun Nahar. I blog to express, not to impress.

Kemarin seorang kawan meminta bantuan. Dia meminta saya menggantikannya di acara youth camp di Jogjakarta. Acara tersebut mengumpulkan anak-anak muda, masih kuliah, untuk saling berkenalan dan berdiskusi mengenai toleransi di Indonesia.

Kebetulan acaranya akan bentrok dengan acara lain yang sudah lebih dulu menggenggam janji saya untuk hadir. Saya yakin saya tak akan bisa menghadiri acara di Jogja untuk menggantikan kawan saya itu.

Tapi kemudian saya berpikir, kalaupun pada tanggal itu, saya tak ada acara, apa saya masih mau hadir untuk menggantikan kawan saya di acara youth camp itu? Entah kenapa, rasanya berat sekali untuk menjawab iya. Kalaupun iya saya akan hadir, hanya karena ingin membantu kawan. Tak lebih.

Karena kini saya sadari, acara semacam itu bukan lagi sesuatu yang membuat saya semangat untuk menghadirinya.

Mungkin karena faktor usia yang tak semuda dulu? Bisa jadi. Tapi ada faktor yang lebih kuat lagi. Karena sekarang saya sudah menikah dan fokus saya tak lagi melibatkan kegiatan semacam itu.

Saat ini yang saya inginkan adalah fokus untuk mempersiapkan diri menjadi ibu. Saya mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk menjadi istri dan ibu yang terbaik untuk anak-anak saya kelak. Pergaulan saya sudah selayaknya dengan mereka yang telah lebih dulu mengenakan mahkota bernama ‘ibu’. Saya harus mempersiapkan diri dan belajar dari mereka sebanyak-banyaknya.

Youth camp ini sudah bukan untuk saya lagi. Dan hati saya sudah tak begitu menginginkan kegiatan semacam itu lagi. Sudah cukup masa-masa itu saya nikmati. Sekarang adalah giliran mereka yang jauh lebih muda dari saya untuk menggenggam pengalaman-pengalaman berharga semacam ini sebagai bekal.

Sedangkan saya, cukup menyokong saja.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

- Jika Allah bukakan untukmu pintu bangun solat malam, maka jangan engkau remehkan orang yang sedang tidur…
- Jika Allah bukakan untukmu pintu shaum / puasa sunnah, maka jangan engkau remehkan orang yang tidak ber-puasa…
- Jika Allah bukakan untukmu pintu jihad, maka jangan engkau remehkan orang yang tidak pergi ber-jihad…

Karena bisa saja orang yang tidur, tidak puasa sunnah dan tidak pergi ber-jihad, lebih dekat kepada Allah daripada engkau!.

Kemudian Ia berkata :

"وإنك أن تبيت نائماً وتصبح نادماً خير من أن تبيت قائماً وتُصبح معجباً ،
فإنَّ المُعجَب لا يصعد له عمل”.
Sesungguhnya, bahwa engkau tidur sepanjang malam, tapi dipagi hari engkau menyesal karena tidak bangun malam, lebih baik daripada engkau bangun solat dimalam hari, tapi dipagi hari engkau merasa ‘ujub / bangga…
Karena orang yang ‘ujub / bangga itu tidak satupun amalannya yang di terima.

IKHLAS DAN ITTIBAA’ LAH…..!

superbmother:

Orang tua pasti selalu menginginkan anaknya untuk tumbuh menjadi pribadi yang matang bagi lingkungannya. Oleh karena orang tua akan membuat aturan-aturan agar tujuannya ini tercapai. Sehubungan dengan hal ini, orang tua atau calon orang tua mengalami frustasi yang amat besar tentang peran mereka…

superbmother:

Superb sekalian akrab atau setidaknya pernah mendengar tentang hipnosis kah? Ada yang tau apa itu hipnosis? :D

Hipnosis secara sederhana adalah suatu ilmu atau seni berkomunikasi dengan alam bawah sadar kita, sedangkan hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis. Nah loh, siapa yang masih…

superbmother:



Tips menjadi SUPERB MOTHER ^_^

Ibu, sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, punya peran penting dalam mebesarkan manusia-manusia yang berkarakter, cerdas, superb, dsb. Namun pada kenyataannya, menjadi ibu itu tidak semudah apa yang buku katakan. Ibu adalah ‘profesi’ paling rumit…

Seorang wanita harus memiliki semangat untuk terus belajar dan menantang diri. Karena anak kita kelak, butuh ibu yang juga terus bertumbuh
Scientia Afifah (via superbmother)

Yes!

Ketika seorang ibu rumah tangga menghabiskan waktu mengurus keluarga, anak, suaminya, maka jangan tatap masa-masa berlalu cepat dan ibu itu hanya begitu-begitu saja di rumah—malah semakin menua.

Tapi tataplah anak-anaknya yang tumbuh besar, jadi anak2 keren. Tataplah suaminya yang berkembang mengagumkan, menjadi orang2 yang hebat.

Itulah hakikat seorang ibu rumah tangga, tidak dilihat dari dirinya. Tapi dari orang2 yang dia cintai di sekitarnya.

Darwis Tere Liye (via superbmother)

:’)

1. Tidak punya jadwal teratur


Anak-anak yang tak terbiasa mempunyai jadwal sejak kecil cenderung menggunakan waktunya sembarangan. Kapan saja ingin melakukan sesuatu, ia langsung melakukannya tanpa mempertimbangkan hal lain. Kalau masih ingin bermain, ia akan terus bermain, tidak peduli…

oleh Ustadz Faris Khairul Anam

Jika datang padamu lelaki yang kau ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tak kau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang panjang.” (H.R .Turmudzi dan Ibnu Majah)

Perhatikan. Nabi tidak mengatakan “Jika datang…

Tulisan ini mengingatkanku pada kutipan dari Hz. Masih Mau’ud as. bahwa dalam memilih pasangan, kecocokan dalam hal pembawaan juga termasuk masalah syariat. 😇

Cari suami bukan hanya yang bagus pemahamannya, banyak hafalannya. Yang utama, lihat akhlaqnya. Aplikasi pengetahuan tertinggi itu ada pada akhlaqnya

Superbmother

(via kurniawangunadi)

(via shaniisha)